5 Itinerary Pilihan Saat Berkunjung ke Phnom Penh

Bila merencanakan pergi ke Kamboja, sempatkan 1 atau 2 hari buat jalan-jalan di Phnom Penh. Sebagai ibukota negara, banyak peninggalan sejarah kerajaan Kamboja yang dapat kamu kunjungi. Tak perlu takut dengan perbedaan bahasa, sebagian besar warga Phnom Penh sangat fasih berbahasa Inggris, bahkan supir Tuk-tuk sekalipun. Bawalah pula Dollar Amerika sebagai pegangan di dompetmu, karena Riel Kamboja hanya digunakan sebagai mata uang kedua di sini. Sudah siap jalan-jalan di Phnom Penh? Ini dia rekomendasi itinerary untukmu!

 

5-phnom-penh

1 – Royal Palace

Seperti kota kerajaan lainnya, Phnom Penh memiliki satu area kerajaan yang digunakan sebagai tempat tinggal Raja. Kalau di Jogjakarta ada Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Phnom Penh punya Royal Palace yang juga dibuka untuk umum. Jadi siapapun boleh mengunjungi dan melihat tempat tinggal Raja. Kalau kamu berniat mampir, jangan lupa gunakan pakaian yang tertutup ya. Buat kamu yang sudah terlanjur pakai tanktop atau celana pendek, di pintu masuk disediakan sarong atau kain penutup kok. Royal Palace dibuka mulai 07.30 sampai 17.00, tetapi ada selang istirahat makan siang bagi Raja dan penjaga kerajaan di waktu 11.00 – 14.00. Untuk tiket masuk, kamu wajib membayar sebesar 6.5$ untuk satu orang.

 

5-wat-phom

2 – Wat Phnom

Berada di jantung kota Phnom Penh, menjulang tinggi sebuah pagoda besar di atas bukit bernama Wat Phnom. Sebagai jalan masuk, kamu akan menaiki anak tangga yang dijaga oleh patung singa dan naga, untuk sampai ke atas  bukit. Sesampainya di atas, kamu akan melihat sebuah patung Buddha besar bertatahkan emas di dalam kuil utama. Karena masih banyak warga lokal yang datang untuk berdoa dan membawa persembahan, wisatawan yang berkunjung harus berpakaian rapi dan tidak boleh berisik. Di area bawah Wat Phnom, kamu akan menemukan sebuah jam besar yang tertanam di tanah sebagai salah satu ikon kuil ini. Sayangnya, jam ini sudah tidak dapat berfungsi lagi sejak beberapa tahun lalu. Untuk berkunjung ke Wat Phnom, kamu hanya akan dikenakan tiket masuk sebesar 1$ sebagai sumbangan kebersihan dan perawatan kuil. Murah bukan?

 

5-killing-fields

3 – Killing Fields

Kamu bukan termasuk traveler yang sensitif kan? Karena ketika datang ke Killing Fields, emosimu akan berkecamuk dan pulang dengan rasa sedih. Dari namanya saja udah serem banget, apalagi ketika kamu masuk ke area ini dan melihat tulang dan tengkorak yang bertumpuk di monumen utama. Killing Fields adalah kuburan masal para korban kekejaman prajurit Khmer di era pemerintahan Pol Pot. Sekitar 17.000 jiwa yang dibantai tanpa alasan jelas telah membawa luka mendalam bagi bangsa Kamboja hingga kini.

Cerita sejarah ini dapat kamu dengar dari alat pemutar suara dan headphone yang disewakan di pintu masuk. Dengan mengikuti peta dan jalur cerita, kamu akan merasakan bagaimana kengerian proses pembantaian terjadi. Cerita ini dapat didengar dalam berbagai bahasa, karena tidak ada Bahasa Indonesia, pilihlah Bahasa Inggris. Walaupun ramai suasana sangat tenang, karena semua pengunjung memakai headphone. Untuk mencoba pengalaman baru mengikuti cerita sejarah Killing Fields, kamu wajib membayar tiket masuk sebesar 6$ (sudah termasuk sewa headphone dan alat pemutar suara). Karena Killing Fields berada di luar kota Phnom Penh, kamu harus menyewa Tuk-tuk pulang pergi sebesar 13$.

 

5-tuol-sleng

4 – Tuol Sleng

Setelah Killing Fields, Tuol Sleng mungkin menjadi museum paling menyedihkan yang pernah ada. Dulunya tempat ini adalah gedung sekolah Tuol Svay Prey, namun kemudian oleh Pol Pot diambil alih dan dijadikan penjara. Sebelum dibawa untuk dibantai dan dibunuh di Killing Fields, bangsa Kamboja yang tak bersalah ini dipenjara dan disiksa dulu di Tuol Sleng. Sisa kekejaman ini dapat kamu lihat di ruang-ruang kelas yang dijadikan bilik penjara, alat penyiksaan, dan foto para korban yang mati dibantai di tempat ini. Untuk datang ke sini, kamu hanya harus membayar sebesar 2$ dan menyiapkan mental untuk melihat isi museum.

Baca juga: Cicipi 6 Kuliner Khas Thailand Ini, Niscaya Kamu Akan Balik Lagi!

 

5-kuliner

5 – Kamboja Night Market

Seharian keliling kota Phnom Penh pasti harus dibayar dengan mencicipi kuliner Kamboja. Tak jauh dari area backpacker Pshar Kandal tempat menginap, ada pasar malam yang menyajikan makanan lokal dan berbagai sovenir khas Kamboja lainnya. Sebentar berkeliling di Phnom Penh Night Market ini, kamu pasti akan berhenti di area food stall. Menjajakan berbagai makanan dan minuman khas Kamboja yang wajib kamu coba, seperti Coconut Ice Cream, Fried Rice & Noodle Soup ala Kamboja, Sugar Cane Juice, dan Cambodian BBQ. Untuk dua orang pulang dengan perut kenyang, hanya akan menghabiskan sekitar 6$.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s